Para
pembaca muda, ketika tulisan ini saya tuangkan lewat jemari saya yang segede
lengkuas ini bertepatan dengan malam yang disakralkan oleh mayoritas anak muda
yakni malam minggu. Ditengah kebosanan yang menumpuk dan angin yang yang
berhembus sepoi, saya mencoba menelaah kenapa malam ini dianggap begitu spesial
lewat kacamata khusnudzon ala saya.
Saya
sendiri menganggap malam minggu begitu spesial, ya karena pada saat saya
sekolah dulu malam ini adalah menjelang hari Minggu, dimana kalau biasanya saya
akan berangkat bersepeda ria (kalau tidak malas) atau main PS (kalau rental
buka) atau nonton kartun (saat 'Indosiar' masih menayangkan kartun full sampai
jam 12 siang) atau mungkin membantu ibu di dapur (kalau masak enak). Saat itu
saya berpikir kalau memang malam ini sangat spesial karena besoknya saya bisa
menghabiskan waktu saya sebagai anak-anak dan bukan diperas dengan waktu untuk
pergi sekolah. Menjelang remaja saya merasa malam ini begitu spesial karena
malam minggu seperti ini biasanya saya keluar dengan teman-teman untuk
menghabiskan gelas es teh sambil membahas hari-hari sekolah sebelumnya.
Yang
sedikit saya herankan kenapa ada yang menganggap malam ini adalah malam dimana
bisa bertemu dengan pacar, menghabiskan waktu, bersenang-senang dan lainnya. Padahal
kalau mau dipikir juga selama saat sekolah bisa juga bertemu pasangan dan
teman. Kalaupun berbeda sekolah ya masih bisa kan antar-jemput gitu selain malam
minggu ini. Pandangan ini yang akhirnya menjadikan banyak kenakalan (baca:
proses berkembang yang kurang tepat) remaja terjadi. Seks bebas, mabuk, balap
liar, menjadi santapan wajib remaja pada saat malam minggu.
Yang
lebih menyedihkan lagi adalah malam minggu bagi para jomblo. Kenapa pula disebut jomblo?
Siapa yang menciptakan kata itu? Anyway,
malam minggu seperti sekarang adalah malam yang menjadi momok karena mereka
tidak bisa keluar bersama pasangan. Padahal ya bisa juga keluar bersama teman
ataupun keluarga atau belajar, mungkin? Ataukah memang sudah separah itukah
hubungan keharmonisan dalam keluarga sehingga tidak sempat ada waktu bersama
berjalan-jalan, diajak makan gratis atau hanya sekedar nonton tivi sambil
nyemil kacang goreng plastikan di
rumah?
Yang
pasti menurut saya, pandangan seperti ini sangat sangat perlu dirubah. Sudah
tidak jamannya remaja melakukan hal-hal yang kurang baik pada malam ini. Sudah
tidak jamannya para jomblo makin ngenes di rumah atau dimana saja dan
meratap atas kekalahan yang tidak bisa dia akui. Sudah waktunya semua remaja
melakukan hal positif selama malam minggu, kalau perlu setiap malam. Sudah
seharusnya para remaja yang dimabuk asmara ini tidak menggunakan kesempatan
untuk enak-enakan padahal masih ada
teman-teman mereka yang putus asa akhirnya nongkrong
tidak jelas, balapan, mabuk, atau yang parah ya terpekur nonton bokep di rumah.
Saya
sendiri sekarang sering, bahkan selalu menghabiskan malam minggu saya di
kampus. Ngenet sampai bosan. Karena
menurut saya malam minggu adalah satu waktu saya bisa terpekur sendiri, tanpa mbokep tentunya, dan curhat dengan diri
sendiri, dengan Tuhan ataupun dengan suasana. Ketika banyak waktu yang saya
habiskan untuk melihat teman-teman saya, maka saya juga butuh waktu untuk
sendiri atau setidaknya nyempil menjauh
dari teman-teman saya. Karena waktu untuk sendiri adalah waktu yang sangat baik
bagi kesehatan jasmani dan rohani.
Semoga terhibur
dengan tulisan kali ini. Tetaplah semangat dalam malam-malam kalian. Dan tidak
lupa mohon maaf jika terdapat kesalahan ataupun kebetulan yang bikin kalian tidak nyaman. Akhir kata,
tetap semangat, selalu bahagia dan absurdlah pada saat tertentu! Sampai jumpa!
Gazebo
4, 10 Mei 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar